Rabu, 19 April 2017

Menjelang seperempat abad

Umur semakin bertambah, masa terus berganti. Masa senang-senang di bangku kuliah sudah berakhir. Kini waktunya fokus untuk masa depan. Tapi masa depan yang seperti apa yang akan gue jalani-pun masih belum jelas. Rencana sudah pasti ada, tapi sang pemilik Rencana hidup selalu punya jalan tersendiri yang menurutNya lebih tepat gue jalani nantinya.

Menjelang umur seperempat abad wajar kalau sering dilanda kegalauan. Entah itu soal masa depan, pekerjaan, pacar, teman dan lain-lain. Guepun sedang menikmati masa-masa ini, masa galau seperempat abad. Kalau teman yang lain sedang sibuk menata masa depan dengan teman hidup yang baru dipilihnya (baca; menikah), gue sedang sibuk menentukan langkah apa yang tepat untuk kedepannya.

Kamis, 12 Januari 2017

Miss me?

Duh, betapa malasnya saya untuk mengupdate blog ini, sebenernya pengen lanjutin cerita waktu di Jepang, tapi udah 2 tahun berlalu basi gak sih kalo baru diceritain sekarang? Sebenernya buat gue kenangan gak ada yang basi, apalagi biarpun udah berlalu sekian tahun tapi memorinya masih tetap terngiang-ngiang sampe saat ini. Ternyata gak cuma gue doang yang ngerasa kayak gitu, bahkan temen seperjuangan satu program ngerasain hal yang sama biarpun mereka udah ke Jepang untuk ke 2 kalinya dalam waktu yang lebih lama, tapi tetep pengalaman pertama ngerasain Jepang tuh yang membuat susah untuk dilupakan. iya gak sih? Apalagi waktu itu satu program semuanya orang Indonesia, dan lagi Autumn jadi suasanya emang saling mendukung untuk membuat kenangan indah... (cielah)

Program CI sepertinya (alhamdulillah) masih berlanjut ditahun berikutnya, sekarang udah ada 3 angkatan, dan sepertinya juga udah banyak cerita yang diedarkan oleh peserta lain atau alumni lain tentang program ini dengan lebih detail dan jelas di blognya masing-masing. Jadi silahkan yang mau tau lebih lanjut tentang program ini bisa di google, nama programnya "Japanese Education Capacity Building South-east Asia Japanese Teacher Training College (Indonesia)". Dan kalo mau tau laporan resminya bisa diliat di Link ini. Itu adalah laporan yang ditulis oleh teman-teman angkatan saya yang dipublish di web JF kansai (ada foto saya juga loh :p).

Rabu, 08 Juni 2016

Keliling osaka pertama (Throwback)

31 Oktober 2014


Tugas pertama dalam program gue waktu itu adalah keliling Osaka. Sebelumnya, kami dibagi menjadi beberapa kelompok yang isinya tiga orang. Tugas kami adalah pergi kedua tempat di Osaka yang sudah ditentukan, masing-masing kelompok berbeda tempat tujuan. Kami dibekali kartu Osaka one day free pass untuk membayar ongkos kereta dan tiket masuk ke tempat-tempat wisata di Osaka, jadi dengan kartu itu kita bebas naik kereta (kecuali subway) dan keluar masuk kebeberapa tempat wisata berbayar di Osaka selama satu hari.

kartu multiguna

Kamis, 02 Juni 2016

Throwback first day in Japan

Hai-hai gue mau melanjutkan cerita gue waktu ke Jepang yang sempet tertunda hampir 10 bulan ini, hehe maafkanlah blogger angot-angotan ini yang punya sejuta alasan buat mengupdate blognya ya pemirsa.
Sebelum itu, ada kabar baik dan buruk yang gue mau sampaikan, kabar baiknya gue udah lulus! Yeaah akhirnya setelah hampir enamtahun lamanya berjuang dan bergulat dengan dunia per-bunpo-kanji-katakana-hiragana-an gue akhirnya lulus juga hehehe. Kabar buruknya, sudah dua bulan gue masih nyantai kayak di pantai alias belum dapat pekerjaan, hiks. Yasudahlah daripada mandangin handphone dan email yang tak kunjung berdering saban hari nunggu panggilan kerja, mending gue share pengalaman gue waktu ke Jepang. Yukss lets throwback!

28 oktober 2014

Selasa, 27 Oktober 2015

Perjuangan 45 menuju Jepang (part 2)

Selamat hari blog nasional!
Hari ini juga tepat setahun gue berangkat ke Jepang loh! Gak terasa ya udah setahun aja, dan gue belum bisa move on dari kansai~ siapa yang sanggup melupakan pemandangan musim gugur dengan pepohonan yang berwarna warni bak pelangi itu.. siapa yang sanggup?
Oke gue akan melanjutkan cerita kemarin. Melengkapi dokumen sebelum pemberangkatan merupakan hal yang paling epic. Sedih kalo diceritain. Orang-orang mungkin cuma bisa liat senengnya aja tanpa tau proses dibalik itu semua. Dapat beasiswa memang gak ada yg mudah dan tanpa ujian.
Dimulai dari gue buat paspor, entah kenapa perjuangan bikin paspor lebih susah daripada bikin visa. Sewaktu bikin paspor gue bolak balik sampe puluhan kali untuk melengkapi syarat dokumen. Masalahnya terletak di kartu keluarga gue, karena di KK gue nama ayah gue beda dengan di akte kelahiran. Jadi gue mesti buat surat keterangan yang di cap dan ditandatangani oleh kecamatan. Tapi untuk mendapatkan surat keterangan dari kecamatan harus melalui RT/RW dulu, setelah itu ke kelurahan, baru ke kecamatan. Bayangin aja liat prosesnya aja udah mager banget. Ribet! Mana kecamatan gue pindah ke cipayung yg lokasinya di antah berantah. Gue kesana cuma buat minta cap dan tanda tangan pak camat doang. -__-