Senin, 31 Oktober 2011

Semua orang bilang "Sabar"

Sabar kata yang sangat sederhana, saat kita dalam keadaan yang berat, satu-satunya kata yang dilontarkan orang ketika kita mengeluh kepada orang tentang beratnya hidup ini.
Sampai kapan? Pasti mucul pertanyaan seperti itu, menurut gue itu wajar. Sebagai manusia apalagi yang dalam masa pertumbuhan seperti gue ini yang masih belum sepenuhnya mengalami hal yang dirasakan sama orang tua yang sudah merasakan asem garamnya hidup.

Kita masih muda, masih harus banyak belajar dan terus belajar bagaimana cara menyikapi suatu kondisi dengan dewasa. Salah itu wajar, merasa capek apalagi. Tapi perlu diingat, setiap masalah yang diberikan Tuhan itu bukan untuk menderitakan atau menghukum hambanya, tapiiiii untuk
mengajarkan dan memberi kesempatan kita untuk menjadi pribadi yang kuat dan matang. Tergantung dari sisi kacamata mana kita melihat ‘masalah’ itu.
Gue inget banget kata-kata dari senior gue saat gue kebakaran jenggot dipontar pantir gak jelas di kampus, saat dalam keadaan naik pitam dia bilang dengan santai Jangan jadikan masalah itu sebagai masalah, tapi anggep masalah sebagai tantangan”. Dan gue langsung diem sekejap.

Kadang adakalanya hidup ini senaaaaaaaaaaaaaaang, terus pindah sediih, senaaaaaaaaang lagi, sedih lagi, dan begitu seterusnya. Saat kita dalam keadaan sedih susah berat, bersabarlah menyikapinya. “Sabar itu bukan pasrah, tapi sebuah kesadaran yang proaktif” kutipan itu yang gue dapet dari novel ranah 3 warna. Ketika sedih susah berat dan jatuh kita harus sabar untuk meniti kembali kebahagiaan, bangkit lagi dan keluar dari zona sedih. Jadikan sedih itu sementara, terus berjalan, ketika jatuh bangkit lagi. Cari solusi, bukan hanya diam dan menikmati kesedihan. Hidup itu harus di nikmati, gimana mau menikmati hidup kalo kita sangat amat nyaman dalam zona kesedihan. Bersikaplah, jiwa muda gak seharusnya lemah.

Ame ga atte kara, niji ga itsumo arun deshou? :)

0 komentar:

Poskan Komentar